FAHAM POLITIK #YANG_LAGI_DIMABUK_KEPAYANG

Oleh : Bustami M Yunus

Dimabuk kepayang merupakan istilah muda mudi jaman dulu dimana disaat sedang di mabuk cinta maka Psikologi juga semakin tidak bisa di ajak kompromi dengan keadaan dimana sedang di mabuk cinta suasana begitu Indah, Melenkolis. Namun akan sangat berbeda jika suasana itu di lihat oleh orang yang tidak merasakan nya. Bagi orang yang sedang di mabuk cinta memang semua itu tak sadar, namun bagi penonton itu sesuatu hal yang lucu, ada macam macam istilah lahir, pungo keu inong (gila kepada wanita) dan Lage e asee Mita bangke (seperti anjing mencari bangkai). Sebuah peringatan keras jangan mengatakan kata kata itu kepada orang yang sedang di mabuk kepayang karna akan fatal sekali akibatnya, kehilangan teman atau tidak akan di ajak minum bareng lagi karna telah mengganggu perasaan orang yang sedang di mabuk kepayang dan wanita idamannya.

Faham politik yang sedang dimabuk Kepayang adalah sebuah gambaran kondisi psikologis Pemuja yang akan marah apabila pujaan nya di kritik dan dihina, segala daya upaya akan di kerahkan untuk Pembenaran Psikologi Dimabuk kepayang nya ini. Tidak jarang juga ujaran Kebencian kata kata kasat keluar untuk membantah karena pikiran dimabuk kepayang nya di usik tentang sosok pujaan dan Idaman nya, bagi mereka yang sedang di mabuk kepayang dalam Politik ini mereka beranggapan apa yg ada dalam Pikiran mereka itu paling benar, paling Nasional ia, paling patriotik walau kadang untuk Pembenaran penegasan sikap mereka itu sampai merendah kan orang lain, bagi mereka itu suatu hal yg tidak bisa di tawar tawar lagi. Lain dengan orang yang menonton nya maka kita akan menganggap perilaku dimabuk kepayang itu sesuatu hal yang Lucu, namun lain lagi pendapat mereka yang sedang dimabuk kepayang politik kepada kita yang tidak peduli dengan Politik, mereka akan menganggap kita Pengecut, tidak nasionalis dan Hana mufhom sapeu, bisa Jadi.

Menjelang Pemilu 2019 ini, memperhatikan di Media sosial semakin banyak Orang orang yang sedang #dimabukkepayang. Itu dapat kita lihat dari keributan keributan dengan berbagai gaya pembela an terhadap idaman mereka masing masing, bahkan tidak segan segan menghina kubu lain yang sedang di mabuk juga. Sehingga apa yang terjadi apabila orang yang sedang di mabuk kepayang politik saling hujat dan saling caci dengan kondisi psikologis nya yang cepat tersinggung dan mereka paling merasa benar ??

#KEMBALI KE SARAF PUSAT.
solusi menyikapi kebuntuan nalar karena sedang dimabuk kepayang ini perlu perhatian serius karena semakin hari semakin menuju titik kritis. Perlu mengkritisi kembali Persepsi Persepsi yang sudah menjadi pikiran anggapan tentang Idaman Idaman anda, terus menerus mengkritisi #Persepsi kita adalah sebuah cara diantara cara lainnya memfungsikan Saraf Pusat, dimana fungsi analisis dan verifikatif sebuah cara menemukan Formula dan titik temu tentang Persepsi kita. Karena salah satu tujuan nenek moyang kita mengorbankan nyawa mereka untuk sebuah negara merdeka agar anak cucu mereka bisa Memfungsikan Saraf Pusat Mereka dengan maksimal. Bukan hanya bermain di Lengkung Hangle otak emosi dengan memotong jalan pintas, sehingga yang hadir hanyalah Dimabuk Kepayang dalam berbangsa dan Bernegara. Dunia ini #Nyata jadi bagaimana kita menyikapi dunia dengan bagian otak emosi, suka, benci yang hanya mengahasilkan Ilusi.

Sehingga pada akhirnya warga negara bisa menggunakan hak bersuara nya dengan kualitas yang baik, cepat, tepat dan bisa di ukur, walaupun pada akhirnya perlu perlu telaah telaah lebih lanjut pengulangan kritis. Karena bukankah yang benar itu hanya Al Qur’an dan Hadits ? Bukan yang ada dalam pikiran dan #Dimabukkepayang yg tak ada titik temu.

MANUSIA DALAM SERANGAN FITNAH

Kaedah Keilmuan Ilmu Biologi selalu di gunakan oleh manusia di dalam Rekayasa kehidupan, Kaedah Keilmuan Ilmu alam selalu menjadi dasar Pijakan pengambilan keputusan dan tindakan dalam Menghidupkan Negara dimasa lalu lebih kepada Mengendalikan Manusia nya dalam Negara yang masih masih baru.

Pengendalian kehidupan biologi melalui Penangkalan penyakit melalui Konsep Anti Bodi bahwa untuk melawan Virus harus menciptakan Virus penangkal juga. Ini semacam merekrut pembunuh untuk membunuh juga.

Dalam Politik pola pola juga berlaku hal serupa bahwa untuk Menangkal #Hoack maka diciptakanlah #Hoack lainnya, Hoack dilawan dengan Hoack. Dalam perang Dunia kedua saat Invasi Eropa ke Afrika, masyarakat Afrika tidak begitu mengenal Penyakit penyakit, namun pasca invasi Eropa ini mereka sangatlah rentan dengan berbagai penyakit, penyakit ini merupakan senjata invasi Yang efektif dan senyap tanpa dentuman meriam alat perang namun dapat dengan amat sangat melemah kan lawan. Sejarah juga membuktikan para pejuang pejuang Aceh banyak yang syahid dengan penyakit penyakit yang dikenal baru yg tidak pernah ada sebelumnya.

Jika dalam kehidupan alamiah untuk menyerang bentuk Fisik manusianya biasa dikenal dengan kuman dan virus, dalam dalam Berpolitik untuk menyerang Lawan politik itu justru dengan Hoack dan fitnah kepada lawan Lawan politik. Belanda Pernah meracuni aliran sungai yang di gunakan oleh Pejuang Aceh sehingga pejuang Aceh terkena berbagai macam penyakit. Dalam hal lain untuk merusak Pikiran lawan Politik itu maka disebarkan Hoack Hoack dan Fitnah Fitnah kebencian untuk melemahkan pikiran pikiran lawan politik, apabila lawan politik telah marah dan Benci dengan serangan Hoack itu, Sang penyerang mendapatkan poin ketawa dan sorak Sorai, Penjelasan logis tidak akan bisa menangkal Hoack yg telah mempengaruhi pola pikir manusia yang telah Terinfeksi Hoack dan Fitnah yg telah menjadi Kangker Pikiran.

Setiap manusia tidak menyadari diri mereka telah Terinfeksi Virus sebelum tubuh menjadi lemah, manusia juga tidak menjadari dirinya telah Terinfeksi Bacteria apa sebelum tubuh terkena kangker. Demikian juga Manusia juga tidak menyadari mereka telah Terinfeksi Hoack dan Fitnah sebelum Konsep berpikir telah lebih nominan kebencian dari rasa cinta, manusia tidak menyadari itu, karena Pikiran manusia itu sangat berbeda tipis antara Kegialaan dan Akal Sehat. Akal sehat dan Kegilaan berbeda sudut Pandang tergantung Idealisme apa yang kita Percayai, berdasarkan Belajar dari guru, Tabayyun dan kemampuan mengaitkan berbagai macam pola kehidupan hukum sebab akibat dengan berbagai sudut pandang sehingga lahirlah akal sehatkah atau kegilaankah..??

Jika konsep ketahanan tubuh di kenal AntiBodi, dalam dunia Komputer dikenal dengan Antivirus, maka Dalam dunia Politik jadilah Idealisme sebagai penangkal serangan Hoack dan Fitnah melemahkan yang Pikiran.

#Hoack di Negara Bertuhan.

Di akui atau tidak di Media Sosial sangat banyak sekali Hoack dan Fitnah yang di kerjakan dan disebarkan secara berjamaah dan Pola dapat dibaca semua terencana dengan baik dan matang yang berimbas kepada Persepsi pesimis dari pembaca, keraguan raguan kepada Kenyataan, ketidakpercayaan kepada sesama, mudah di adu domba, cibiran, hujatan, Ejekan membabi buta dan tidak beretika, Konyol, sedih mungkin juga kadang Lucu tergantung siapa yg menilainya.

Cukuplah sebagai Allah sebagai penangkal Hoack, cukuplah Islam sebagai Penangkal Hoack, cukuplah agama sebagai Anti Hoack bahwa “Fitnah Lebih Kejam Dari Pembunuhan”. Sebagai alasan jika membunuh hanya selesai sampai disitu tapi Jika Hoack dan Fitnah yang di rusak adalah #Pikiran Manusia itu sendiri sehingga apabila pikiran telah Terinfeksi Hoack dan Fitnah maka siap siap lah Negara itu hancur, Juga bahwa Penjajahan Pikiran itu lebih sadis dari Penjajahan Fisik itu sendiri. Dan Hoack dan negara yg beragama tidak begitu etis jika dibalas dengan Hoack juga akhirnya.

Bahkan dalam shalat pun ummat Islam masih berdoa khusus agar di jauhkan dari #fitnahDAJJAL. Jika fitnah dan Hoack yang dihembuskan oleh manusia bisa mengakibatkan Efek yang sangat brutal sehingga manusia saling hujat sampai saling merusak, bagaimana Nanti bisa menghadapi Fitnah Dajjal yang sangat mengerikan dari yg mengerikan menyerang pikiran dan hati manusia sehingga menjadi zombie dan saling bunuh membunuh.

Semoga kita di berikan perlindungan dari berbagai macam Fitnah yg tidak kasat mata ini. Wallahu aklam.